Postingan

Pencarian

 Pematang Remang Tuhanku... Jatuh tersungkur Aku di Bumi-Mu Terpasung Aku oleh waktu Terpikat Aku pada pujian ciptaan-Mu Terjebak Aku akan kefanaan itu Tuhanku... Ku tahu ketidaktahuan Ku Miskin ilmuku tinggi angkuhku Tuhanku... Nur-Mu Ku nanti dalam langkahku Menyeka gelap diantara ruh dan nafasku Tangga Jiwa Aku yang merasa sudah menjadi Aku Nyatanya sempit diri hanya peduli pada Annamaya khosa nya diri Karunia Pranamaya khosa sia-sia membalut eksistensi Sering hilangnya kendali atas Manomaya khosa merusak akal dan hati Jangankan sampai pada Anandamaya khosa yang sejati Mengusap tangga Vignanamaya khosa saja tak tersanggupi Seketika, Wungu yang hakiki hanyalah ilusi Jarak Kesadaran Ya Tuhan Maha baik Engkau dengan janji-Mu Meski hanya sejengkal Ku mendekat pada-Mu Kau balas dengan sedepa menghampiriku Meski hanya berjalan Aku mengejar-Mu Kau balas dengan berlari menyambutku Ya Tuhan Maafkan kebodohan Ku yang tak berilmu Maafkan hinanya kesadaran Ku Aku yang dengan sadar hidup dal...

Titik Lirik

 Sapa Cermin Hey cermin, kenapa kau begitu penuh noda? Rasanya baru kemarin Kau Ku bersihkan Hey anak muda, noda ini bukan milikku, tapi milikmu Lubang rasa Lama pemuda itu tak bersajak Karena dingin hatinya ditelan nestapa Diamnya menepi dilorong jiwa Bibirnya terkunci kehilangan nada Memejam, menghela nafas hangat nan berat Masih saja berlubang, Fikirnya sembari mengelus dada. Daunku Daun mengering yang berguguran Jatuh perlahan memeluk bumi Sebentar, biarkan aku sejenak disini Memilih daun yang ingin menari Sial, naifnya Aku berdiri disini Daunku terbang bersayap angin Kata Malam Gelap menjadi teman, ketika lara mengisi dada Malam tanpa bintang, seperti pertanda Rahwana tiba Bukan salah Rahwana membawa Bunga Karena nyatanya,  Kau yang tak setia menjadi Bunga

Manusia dan Hidup

Assalamualaikum wr.wb Salam Sejahtera Bagi Kita Semua Dan Om Suastiastu Sebelumnya penulis ingin menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya jika dalam tulisan ini banyak sekali kekurangan, karena ini ada tulisan pertama penulis di blog ini. Pada kesempatan kali ini penulis ingin membahas pertanyaan yang sering timbul dalam benak manusia, yaitu tentang hidup dan siapa kita. Penulis sering kali merasa belum pantas disebut sebagai manusia dengan segala kemungkaran, kemudaratan yang selama ini penulis lakukan, mungkin itu juga menjadi perasaan dari sebagian manusia di dunia ini. Lantas siapa kita? Apakah kita pantas disebut manusia? Apa tujuan kita diciptakan? Penulis akan membahas pertanyaan-pertanyaan itu dari sudut pandang universal bukan berdasarkan perspektif agama tertentu karena penulis bukanlah orang yang ahli dalam bidang itu. Jika kita bicara tentang siapa kita, maka yang perlu kita pahami adalah kesan yang selama ini kita buat terhadap lingkungan yang ada di sekitar kita. A...