Manusia dan Hidup
Assalamualaikum wr.wb
Salam Sejahtera Bagi Kita Semua
Dan Om Suastiastu
Sebelumnya penulis ingin menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya jika dalam tulisan ini banyak sekali kekurangan, karena ini ada tulisan pertama penulis di blog ini. Pada kesempatan kali ini penulis ingin membahas pertanyaan yang sering timbul dalam benak manusia, yaitu tentang hidup dan siapa kita. Penulis sering kali merasa belum pantas disebut sebagai manusia dengan segala kemungkaran, kemudaratan yang selama ini penulis lakukan, mungkin itu juga menjadi perasaan dari sebagian manusia di dunia ini. Lantas siapa kita? Apakah kita pantas disebut manusia? Apa tujuan kita diciptakan?
Penulis akan membahas pertanyaan-pertanyaan itu dari sudut pandang universal bukan berdasarkan perspektif agama tertentu karena penulis bukanlah orang yang ahli dalam bidang itu.
Jika kita bicara tentang siapa kita, maka yang perlu kita pahami adalah kesan yang selama ini kita buat terhadap lingkungan yang ada di sekitar kita. Apakah kita sudah berprilaku baik pada sesama? Apakah kita sudah memberikan yang terbaik pada semua? Bagaimana lingkungan memandang pribadi kita? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu lah yang akan membimbing kita pada sebuah jawaban dari pertanyaan siapa kita.
Lalu jika kita sudah memahami diri kita sendiri, maka satu pertanyaan lagi muncul, sudah pantaskah kita disebut manusia?
Hakikat dari kepantasan disebut sebagai "manusia" sejatinya adalah berdasar pada sejauh mana kita memanusiakan orang lain. Memanusiakan orang lain disini maksudnya adalah bagaimana perilaku kita terhadap sesama, bagaimana cara kita menghargai orang lain, sejauh mana hidup kita bermanfaat bagi orang lain, karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
Setalah kita menyadari apakah kita pantas disebut manusia maka timbul lagi pertanyaan untuk apa kita hidup? Untuk apa kita diciptakan?
Tentu itu pertanyaan yang kompleks, rumit, dan ambigu. Tapi satu hal yang harus kita yakini bahwa kita hidup di dunia hendaknya selalu berprilaku baik pada sesama, karena kita diciptakan tidaklah sendiri maka tujuan kita diciptakan adalah untuk saling melengkapi, saling menjaga, saling mengingatkan tentang kebaikan. Karena pada hakikatnya kita di dunia ini hanyalah sementara, dan "kesementaraan" itu menjadi kunci bagaimana kehidupan abadi kita nanti. Maka mari kita sama-sama bersyukur untuk hidup ini dan selalu memperlakukan manusia lain dengan sebaik-baiknya.
Sekian ulasan dari penulis, kurang lebihnya penulis mohon maaf.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Salam Sejahtera Bagi Kita Semua
Dan Om Suastiastu
Salam Sejahtera Bagi Kita Semua
Dan Om Suastiastu
Sebelumnya penulis ingin menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya jika dalam tulisan ini banyak sekali kekurangan, karena ini ada tulisan pertama penulis di blog ini. Pada kesempatan kali ini penulis ingin membahas pertanyaan yang sering timbul dalam benak manusia, yaitu tentang hidup dan siapa kita. Penulis sering kali merasa belum pantas disebut sebagai manusia dengan segala kemungkaran, kemudaratan yang selama ini penulis lakukan, mungkin itu juga menjadi perasaan dari sebagian manusia di dunia ini. Lantas siapa kita? Apakah kita pantas disebut manusia? Apa tujuan kita diciptakan?
Penulis akan membahas pertanyaan-pertanyaan itu dari sudut pandang universal bukan berdasarkan perspektif agama tertentu karena penulis bukanlah orang yang ahli dalam bidang itu.
Jika kita bicara tentang siapa kita, maka yang perlu kita pahami adalah kesan yang selama ini kita buat terhadap lingkungan yang ada di sekitar kita. Apakah kita sudah berprilaku baik pada sesama? Apakah kita sudah memberikan yang terbaik pada semua? Bagaimana lingkungan memandang pribadi kita? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu lah yang akan membimbing kita pada sebuah jawaban dari pertanyaan siapa kita.
Lalu jika kita sudah memahami diri kita sendiri, maka satu pertanyaan lagi muncul, sudah pantaskah kita disebut manusia?
Hakikat dari kepantasan disebut sebagai "manusia" sejatinya adalah berdasar pada sejauh mana kita memanusiakan orang lain. Memanusiakan orang lain disini maksudnya adalah bagaimana perilaku kita terhadap sesama, bagaimana cara kita menghargai orang lain, sejauh mana hidup kita bermanfaat bagi orang lain, karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
Setalah kita menyadari apakah kita pantas disebut manusia maka timbul lagi pertanyaan untuk apa kita hidup? Untuk apa kita diciptakan?
Tentu itu pertanyaan yang kompleks, rumit, dan ambigu. Tapi satu hal yang harus kita yakini bahwa kita hidup di dunia hendaknya selalu berprilaku baik pada sesama, karena kita diciptakan tidaklah sendiri maka tujuan kita diciptakan adalah untuk saling melengkapi, saling menjaga, saling mengingatkan tentang kebaikan. Karena pada hakikatnya kita di dunia ini hanyalah sementara, dan "kesementaraan" itu menjadi kunci bagaimana kehidupan abadi kita nanti. Maka mari kita sama-sama bersyukur untuk hidup ini dan selalu memperlakukan manusia lain dengan sebaik-baiknya.
Sekian ulasan dari penulis, kurang lebihnya penulis mohon maaf.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Salam Sejahtera Bagi Kita Semua
Dan Om Suastiastu
Komentar
Posting Komentar