Pencarian

 Pematang Remang


Tuhanku...

Jatuh tersungkur Aku di Bumi-Mu

Terpasung Aku oleh waktu

Terpikat Aku pada pujian ciptaan-Mu

Terjebak Aku akan kefanaan itu


Tuhanku...

Ku tahu ketidaktahuan Ku

Miskin ilmuku tinggi angkuhku


Tuhanku...

Nur-Mu Ku nanti dalam langkahku

Menyeka gelap diantara ruh dan nafasku



Tangga Jiwa


Aku yang merasa sudah menjadi Aku

Nyatanya sempit diri hanya peduli pada Annamaya khosa nya diri

Karunia Pranamaya khosa sia-sia membalut eksistensi

Sering hilangnya kendali atas Manomaya khosa merusak akal dan hati

Jangankan sampai pada Anandamaya khosa yang sejati

Mengusap tangga Vignanamaya khosa saja tak tersanggupi

Seketika, Wungu yang hakiki hanyalah ilusi



Jarak Kesadaran


Ya Tuhan

Maha baik Engkau dengan janji-Mu

Meski hanya sejengkal Ku mendekat pada-Mu

Kau balas dengan sedepa menghampiriku

Meski hanya berjalan Aku mengejar-Mu

Kau balas dengan berlari menyambutku


Ya Tuhan

Maafkan kebodohan Ku yang tak berilmu

Maafkan hinanya kesadaran Ku

Aku yang dengan sadar hidup dalam tetesan ridho-Mu

Justru terus menciptakan jarak dengan Rab-ku


Ya Tuhan

Begitu malunya Aku setiap menghadap-Mu

Berapa banyaknya sampah yang Ku bawa dalam kesadaran hidupku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Titik Lirik